PEMANFAATAN KAPAL KARAM SEBAGAI DESTINASI SELAM DALAM KAIDAH CAGAR BUDAYA BAWAH AIR

Read the full article See related articles

Discuss this preprint

Start a discussion What are Sciety discussions?

Listed in

This article is not in any list yet, why not save it to one of your lists.
Log in to save this article

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Dua pertiga wilayahnya adalah laut.Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan berbasis bahari dilakukan dengan upaya sinergi dengan membangun budaya maritim dan memperkuat budaya bahari dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya kelautan. Permasalahan yang ditimbulkan saat ini terhadap kondisi ekosistem terumbu karang sebagai akibat destinasi selam semakin memburuk akibat tingkat laku manusia itu sendiri. di sisi lain sumber daya tinggalan budaya bawah air belum optimal dimanfaatkan, bahkan seringkali diambil secara ilegal. Indonesia sangat kaya akan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) sebagai peninggalan Arkeologi Bawah air. Berbagai aktivitas budaya dan perdagangan maritim telah meninggalkan data yang melimpah untuk merekonstruksi peradaban bangsa ini. Kenyataanya adalah upaya untuk merekontruksi masih menghadapi banyak tantangan terutama perbedaan dalam hal sudut pandang dalam pengelolaan Benda Muatan Kapal Tenggelam tersebut oleh berbagai pihak. Ketersediaan sumber daya Tinggalan bawah air seperti kapal-kapal karam dan menurunya kualitas terumbu karang dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata selam, sekaligus upaya terhadap pelestarian warisan budaya bahari.

Article activity feed